
Sebagian dari kita mungkin sudah begitu terbiasa dengan kata-kata bonding ini, apa lagi seorang system administrator jaringan. Namun ada juga sebagian yang masih belum begitu terbiasa dan masih bertanya-tanya Apa Itu Bonding. Pada artikel ini kita akan membahas tentang Bonding dan bagaimana implementasi penggunaannya.
Pemahaman Bonding
Bonding merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan agregasi lebih dari satu interface ethernet dan menggabungkan kedalam satu link virtual. Sehingga kita akan mendapatkan troughput bandwith yang lebih besar. Atau bahasa simplenya gini, bonding itu menggabungkan dua atau lebih interface menjadi satu sehingga kapasitas dari bonding itu merupakan penjumlahan dari total interface tersebut. Contoh kita punya 2 interface, masing-masing interface mempunyai 1Gbps kapasitasnya, maka ketika kedua interface itu kita bonding maka interface bonding tersebut kapasitasnya menjadi 2Gbps. Sehingga dengan begitu kapasitas troughput bandwith nya bisa kita gabungkan dan gunakan secara bersamaan dalam waktu yang sama. Jadi, bonding ini bisa kita pergunakan ketika kita membutuhkan troughput bandwith yang besar namun memiliki interface atau koneksi yang kecil (tidak mencukupi dengan yang kebutuhan kita).
Kelebihan dan Kekurangan Bonding
Bonding mempunyai kelebihan yaitu dengan bisa menggabungkan dua atau lebih interface yang berbeda menjadi satu dengan kapasitas yang dikalkulasikan. Selain itu bonding juga bisa kita pergunakan untuk kebutuhan load balancing. Yang mana bisa kita tentukan untuk aktif-backup. Jadi satu jalur sebagai link utama dan satu jalur lagi sebagai link backup. Ketika jalur utama putus maka akan otomatis lewat jalur backup dan ketika jalur utama normal akan kembali seperti semula. Kita bisa menentukan yang mana jalur utama dan mana sebagai jalur bakcup.
Selain mempunyai kelebihan tentu ada juga kekurangannya. Yang namanya teknologi tentu ada kelebihan dan juga ada kekurangan. Yach tidak ada yang sempurna, yang ada hanya lah saling melengkapi, ahh apaaan ini ^_^. Salah satu contoh kekuranganya yaitu jika ada salah satu interface yang bermasalah maka interface tersebut harus kita keluarin dari bondingnya. Jika tidak maka koneksinya akan putus-putus. Dan jika sudah normal kembali interface tersebut baru kita masukan lagi ke dalam bondingnya.
Bonding ini mirip dengan eoip, jadi harus kita buat dikedua sisi yang bisa saling ngeping interface bondingnya, tidak bisa jika hanya di satu sisi saja.
Contoh Konfigurasi Interface Bonding
Dalam contoh konfigurasi ini, penulis mencobanya dengan router OS Mikrotik. Berikut contoh configurasi saat menambahkan interface bonding.
Di sisi router-A
Di sisi router-A tambahkan interface bonding dengan cara seperti gambar di bawah ini:

Selanjutnya tentukan penamaan interface bonding seperti gambar di bawah ini:

Setelah itu masukan interface yang ingin dibonding seperti gambar di bawah ini :

Untuk bagian mode bisa dipilih sesuai kebutuhan. Misalnya untuk mengganbungkan dua atau lebih interfce agar throughputnya diakumulasi sehingga bisa besar dan jalan bersamaan maka bisa pilih balance rr. Tapi jika ingin satu jalur saja yang jalan dan satu lagi hanya backup maka bisa pilih active backup.

Untuk parameter konfigurasi lainnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Demikian penjelasan siangkat tentang apa itu bonding. Semoga tulisan singkat ini dapat bermanfaat dan dikembangin sesuai kebutuhan.
Leave a Reply