Data Backup

Data Backup
Data Backup

Data Backup merupakan suatu salinan dari data aslinya yang sama persis. Backup merupakan suatu hal penting dalam dunia komputer jaringan. Baik itu backup perangkat keras, backup jalur jaringan dan data backup. Pada artikel ini w akan berfokus pada Data Backup karena hal ini sering terlewatkan atau sebagian ada yang belum begitu menyadarinya. Artikel ini akan berfokus pada data backup suatu layanan hosting dan sekitar ruang lingkupnya.

Seberapa Penting Data Backup

Untuk membantu kita dalam menyadari data backup, kita perlu paham dulu seberapa penting sebuah data yang kita punya. Jika sebuah data adalah hal penting buat kita tentu akan kita jaga dengan baik dan aman. Sama halnya ketika kita mempunyai sebuah benda berharga. Tentu kita akan mencari cara bagaimana untuk menjaganya dengan baik. Bagaimana caranya agar kita tidak kehilangannya. Sehingga kita akan melakukan berbagai cara dan usaha agar benda tersebut aman bisa tetap bersama kita. Jadi kembali ke dalam diri kita, jika itu sebuah data hal yang penting buat kita maka jaga dan amankanlah dengan baik.

Pihak Mana Yang Wajib Melakukan Data Backup

Hingga saat ini masih ada perdebatan antara siapa yang harus melakukan data backup. Dan masih saja ada ketika terjadi suatu masalah yang membutuhkan backup saling tunjuk. Dari sisi hoster atau penyedia layanan mengatakan seharusnya sudah menjadi kewajiban user untuk backup datanya. Di sisi user juga mengatakan hal yang sama. Seharusnya sebagai hoster atau penyedia layanan perlu melakukan backup data untuk menjaga data pengguna layanannya. Sebagai pertanggung jawaban kepada pengguna yang telah percaya menyewa layanan yang disewa. Hingga pada akhirnya saling terjebak dalam sudut padang masing-masing untuk melakukan pembenaran.

Kesadaran Penting Data Backup

Menurut w hal ini tidak perlu terjadi jika masing-masing pihak memiliki sudut pandang yang sama akan pentingnya data backup. Di sisi penyedia tentu berfikir ini data dipercayakan untuk di simpan di dilayanan yang disewakan. Tentu sebagai pertanggung jawaban perlu dijaga dengan baik jika sewaktu-waktu ada masalah terjadi pada layanannya. Misalnya kerusakan hardware storage, data korup, kena crack, terjadinya musibah seperti kebakaran dan sebagainya. Salah satu cara menjaganya dengan data backup.

Di sisi pemilik data juga tentu akan menyadari jika itu adalah datanya. Jika data tersebut penting tentu sang pemilik akan menjaganya dengan baik untuk mencegah kehilangan data. Salah satu cara untuk menjaga data yaitu dengan melakukan data backup secara rutin. Untuk jaga-jaga jika suatu saat nanti ada masalah yang solusi nya membutuhkan data backup.

Jadi, hal yang terpenting perlu meluruskan sudut pandang dan kesadaran. Bukan saling menunjuk untuk pembenaran sesuatu yang kurang tepat. Jangan berharap kepada orang lain untuk menjaga data anda agar anda terhindar dari masalah. Namun lakukan dan berusahalah sesuai dengan ruang lingkup tanggung jawab anda.

Tempat Penyimpanan Data Backup

Untuk penyimpanan usahakan disimpan berbeda lokasi dengan yang sedang aktif. Terkadang sebagian sudah merasa melakukan backup namun di simpan di tempat yang sama. Sangat di sarankan untuk melakukan penyimpanan secara external. Dalam arti berbeda lokasi dengan data yang sedang aktif. Sangat banyak pola atau cara untuk melakukannya. Apalagi setiap panel web hosting manager memiliki cara masing-maing untuk proses data backup. Ada yang menggunakan layanan cloud storage ada juga yang menyediakan sebuah mesin khusus sebagai storage penyimpanan data backup. Dan ada juga yang menyimpan data backup di storage computer atau laptop yang digunakan.

Untuk proses backupnya, ada yang melakukan full backup. Ada juga dengan incremental backup. Hingga ada juga yang hanya melakukan backup untuk data terbaru saja. Masing-masing pola ini memilki kekurangan dan kelebihannya. Jadi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan.

Cara Kerja Melakukan Backup

Untuk cara kerjanya, ada sebagian yang menggunakan aplikasi pendukung seperti jetbackup dan sejenisnya. Atau ada yang melakukan backup secara manual. Dan juga ada yang melakukan backup secara manual tapi dengan bantuan sebuah script semisal bash script, kemudian diotomatisasi dengan bantuan crontab. Bisa juga dengan melakukan backup secara remote dengan rsync atau ftp serta scp. Termasuk melakukan backup dengan network storage seperti NFS dan atau NAS untuk dimount. Jadi sangat banyak cara untuk melakukannya tinggal menyesuaian dengan kebutuhan dan kemampuan. Baik itu kemampuan teknis maupun kemampuan finansial.

Migrasi On The Fly

Ada sebagian situasi menuntut kita untuk melakukan migrasi secara live namun dengan data yang cukup besar dan tidak ada down time. Di satu sisi membutuhkan waktu untuk melakukannya. Dan di sisi lain tidak sampai down selama proses migrasi, layanan tetap bisa diakses. Dilemanya dengan dua pilihan, melakukan dengan adanya down time. Atau melakukannya dengan mengrobankan data terbaru atau diharus tidak ada perubahan data selama proses migrasi.

Tips Dalam Migrasi On The Fly

Yang perlu kita pahami dalam proses backup dan restore bagaimanapun cara dan tehkniknya tetap butuh waktu. Sehingga sangat disarankan untuk melakukan komunikasi antar pihak yang terkait dalam proses tersebut untuk mencegah kesalah pahaman.
Sedikit tips untuk mempersingkat waktu efek dalam proses melakukan migrasi yaitu sebagi berikut :

  1. Kondisi masih aktif di server lama.
  2. Lakukan proses backup data yang ada di server lama.
  3. Restore data ke server baru.
  4. Buat dua nameserver, satu NS ke server lama dan satu NS lagi ke server baru agar DNS record yang ada sama-sama dikenali di kedua server.
  5. Jika sampai tahap-4 masih aman, lakukan rsync untuk memastikan jika ada yang melakukan perubahan data terbaru di sisi server lama maka bisa terbawa ke server baru. Karena perubahannya tidak besar tentu tidak membutuhkan waktu yang lama.
  6. Selanjutnya, Offkan NS yang mengarah ke server lama dan cukup NS yang menuju ke server baru saja yang aktif. Karena sebelumnya sudah aktif tentu proses propagasinya atau refresh dns untuk resolv ke server baru tidak lama karena sebelumnya sudah aktif.
  7. Maka sampai di tahap ini semua request akan mengarah ke server baru.

Saran Dalam Proses Migrasi

Setiap orang tentu mempunyai pengalaman sendiri-sendiri yang berbeda. Baik itu pengalaman yang menyenangkan maupun yang memusingkan. Dan berdasar pengalaman yang pernah w alami maka w sangat menghindari sebisa mungkin untuk melakukan backup dan restore dalam jumlah yang banyak sekaligus. Dulu w pernah punya pengalaman, sudah proses backup restore semuanya sekaligus. Ternyata saat dicoba jalankan banyak error sehingga tidak berjalan dengan baik karena perlu beberapa penyesuaian di server baru. Jadi mau tidak mau perlu check ulang satu-satu kembali dan test memastikan. Dan hingga akhirnya semua diulang dari awal lagi.

Dan juga pernah ada satu kejadian karena datanya besar dan membutuhkan waktu yang lama sehingga prosesnya tidak berjalan dengan baik. Akibatnya banyak data yang korup dan data tersebut yang terestore. Sejak kejadian ini, w salau memilih backup dan restore per account untuk menghindari sakit kepala dan kerja yang berulang-ulang.

Demikian hal yang bisa w informasikan terkait data backup. Selanjutnya w akan mencoba membahas satu per satu cara backup yang bisa di lakukan hingga proses restorenya. Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat dan dikembangin untuk yang membacanya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.