
Sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang beberapa jenis-jenis tunneling. Jadi dalam artikel Pemahaman Ethernet Over IP (EoIP) ini kita akan membahas salah satu dari jenis tunneling yaitu Ethernet Over IP (EoIP). Untuk Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP) sebelumnya kita sudah pernah bahas pada artikel sebelumnya.
Ethernet Over IP (EoIP) adalah sebuah protokol berbasis tcp/ip yang memungkinkan kita untuk membangun sebuah jaringan tunnel antar perangkat. Sehingga perangkat A dan perangkat B bisa saling berkomunikasi melalui interface eoip tunneling yang sudah dibuat.
A. Kegunaan Ethernet Over IP (EoIP)
- Mempersingkat Hop. Jadi dengan menggunakan EOIP kita bisa mempersingkat atau memotong hop dalam satu jaringan.
- Mempermudah management routing dan bandwidth karena bisa tercentral semuanya.
- Menghemat IP untuk routing Wan karena kita cukup menggunakan /30 saja untuk IP back to backupnya sebagai IP routingnya.
- Dengan EOIP juga kita bisa menggabungkan interface atau network antar perangkat yang berbeda area.
B. Penerapan Penggunan Ethernet Over IP (EoIP)
Berikut ini adalah gambaran contoh penggunaan Ethernet Over IP (EoIP) dalam jaringan.

Pada contoh di atas kita menggunakan Ethernet Over IP (EoIP) untuk menggabungkan interface dengan perangkat yang berbeda lokasi dan fisik. Sehingga client laptop-1B yang lokasinya berada jauh dari Router-1 bisa terhubung secara layer-2.
Berikut ini contoh penggunaan Ethernet Over IP (EoIP) untuk routing sehingga bisa mempersingkat HOP.

Pada gambar contoh di atas ini normalnya network 192.168.13.0/24 yang berada di router-4 akan melewati 3 hop (3 router) untuk bisa menuju ke network 192.168.10.0/24 yang berada di router-1. Dan begitu juga sebaliknya ketika network 192.168.10.0/24 yang berada di router-1 menuju ke network 192.168.13.0/24 yang berada di router-4 akan melalui 3 hop (3 router) juga.
Namun dengan menggunakan Ethernet Over IP (EoIP), hopnya bisa dipersingkat dengan melewati tunnel Ethernet Over IP (EoIP). Jadi ketika network 192.168.13.0/24 yang berada di router-4 menuju ke network 192.168.10.0/24 yang berada di router-1 routingnya langsung melewati IP tunnel yaitu 10.168.1.1. Begitu juga ketika network 192.168.10.0/24 yang berada di router-1 menuju ke network 192.168.13.0/24 yang berada di router-4 routingnya langsung melewati IP tunnel yang 10.168.1.2.
C. Konfigurasi Ethernet Over IP (EoIP)
Untuk contoh konfigurasi Ethernet Over IP (EoIP) di sini menggunakan router OS Mikrotik. Namun secara teknis parameter settingnya sama untuk semua OS yang mendukung Ethernet Over IP (EoIP).
Konfigurasi interface EOIP di sisi router-1

Konfigurasi interface EOIP di sisi router-4

D. Parameter utama untuk interface Ethernet Over IP (EoIP)
Secara gari besar berikut parameter utama yang perlu kita setting saat akan membuat interface EOIP. Untuk parameter lainnya opsional dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
- Name = Kita isi nama interface dari EOIP yang ingin kita buat
- Remote Address = IP router lawan atau IP router di satu sisi lainnya yang ingin kita hubungan secara tunnel EOIP
- Tunnel ID = Ini merupakan ID atau pengenal untuk interface EOIP jadi kedua sisi harus sama
Jika sudah terbentuk interface EOIP yang telah kita buat di kedua area router. Maka selanjutnya interface EOIP tersebut bisa kita pergunakan sesuai kebutuhan, misalnya untuk contoh penggunaan di atas pada point-B tadi.
Demikian pemahaman singkat terkait Ethernet Over IP (EoIP), untuk selanjutnya bisa dikembangin sesuai kebutuhan dan kondisi jaringan yang ada. Semoga tulisan Pemahaman Ethernet Over IP (EoIP) ini dapat bermanfat untuk yang membutuhkannya.
Leave a Reply